Surat Cinta untuk Ibu Mertuaku Tersayang
29 September 2024
Hari yang tidak diinginkan, ternyata sungguh terjadi. Membuat ketenangan menjadi tangis air mata dan kepedihan yang teramat. Ya, hari itu tepat hari Minggu, 29 September 2024 pukul 18.50, Ibu dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RS Yasmin. Ibu pergi setelah berjuang cukup lama dari sakitnya, kurang lebih 17th an. Dan seminggu sebelum kepergian Ibu, Ibu secara intensif dirawat di rumah sakit.
Beberapa minggu sebelum Ibu pergi, sempat beberapa kali Ibu memberi isyarat padaku, yang secara sadar Aku baru mengerti setelah Ibu tiada.
Ibu berpesan untuk Aku bangun subuh, sholat tepat waktu dan setelah itu bantu bantu urusan dapur. Kata ibu, "Ibu takut, ketika subuh Ibu ke kamar mandi, Ibu jatuh dan tidak ada yang tau karena semua masih tidur. Ibu takut sewaktu waktu Allah panggil, gak ada yang menuntun Ibu, karena pada lelap tidur".
Ibu berpesan untuk Aku dan mas Dhany agar tidak terbiasa tidur lagi setelah subuhan atau dipagi hari. Kata ibu, "rejekinya nanti dicucuk pitik".
Ibu berpesan padaku, untuk Aku sigap membuatkan kopi atau teh mas Dhany di pagi hari dan di sore hari, diminum atau tidak tetap harus dibuatkan. Dan Ibu juga bilang, buatkan kopi Ayah, Ibu capek kalau harus buatkan kopi Ayah bolak balik kesini dan ke dapur.
Setelah itu, hari kesekian berikutnya, Ibu bilang ke Aku, "sepertinya waktu ibu sudah dekat". Lalu Ku jawab, "Loh, gak boleh bilang gitu bu". Dan Ibu langsung memotong perkataanku dengan melanjutkan pembicaraanya semula, "Lo enggak, ibu kan sudah sepuh, dan sakit ibu sudah bertahun tahun begini tidak sembuh, Ibu capek aja".
Dan Aku merespon, "Gak boleh bu, Ibu harus optimis sembuh, masih harus lama dan sehat". Ibu pun menjawab, "Kita ini manusia, punya ikhtiar dan do'a, do'akan Ibu kalau tiba waktunya nanti, dipermudah segalanya".
Mendengar pernyataan seperti itu, Akupun lantas memberikan semangat pada Ibu.
Kemudian, beberapa waktu setelahnya, Ibu juga sempat bilang padaku bahwa, "Ibu ingin tirah dari rumah ini, Ibu merasa dirumah ini ada apa apanya. Kalau Ibu bilang ke mas Dhany dan Ayah, mereka gak akan percaya. Jadi Ibu minta tolong, carikan kosan yang dekat dengan SMAGI, biar Ibu tetep bisa kerja dan gak jauh dari rumah ini.
Ibu, juga meminta padaKu, agar Aku melakukan perawatan ke salon supaya Aku terlihat bersih dan tambah cantik kata Ibu.
Terakhir, 5hr sebelum kepergian Ibu, Ibu meminta Aku agar supaya Aku bersabar dengan kondisi ekonomi keluarga, yang saat ini memang masih belum stabil. Ibu berpesan untuk Aku selalu mendo'akan dan mensupport mas Dhany dalam keadaan sulit maupun senang.
Bu, sekarang sudah 2025 dan 7 bulan berlalu Ibu tiada, dan Ibu sudah benar benar pergi dari dunia ini. Kini, Ibu hidup dalam kenangan yang setiap saat Ku ingat. Meski kebersamaan Kita sangat singkat, hanya kurang dari 4 bulan, tapi Ibu sangat memberikan arti bagi hidupku, terimakasih sudah menyiapkan Aku untuk sekuat ini, dan lebih semandiri sekarang.
Bu, mungkin Aku bukan menantu yang sebenarnya Ibu harapkan, ditengah banyaknya pilihan wanita wanita cantik yang dulu dekat dengan mas Dhany, terimakasih Ibu sudah mempercayakan padaku. Do'akan Aku supaya Aku tidak mengecewakan putra semata wayangmu, dan tidak mengecewakan Ayah Ibu..
Entah bu, mengapa Ibu secepat ini pergi meninggalkan Kita semua, tapi yang jelas sekarang Ibu sudah tidak sakit lagi, Ibu bebas dari tabung oksigen, dan Ibu tidak lagi merasakan capeknya dunia kerja seperti yang selalu Ibu bilang beberapa saat terakhir ini.
Ibu, Aku minta maaf atas semua salah yang Ku perbuat pada Ibu, tanpa ku katakan salahku, tentu Ibu sekarang sudah tau salahku apa saja. Bu, maafkan juga kalau Aku belum jadi istri yang baik buat mas Dhany, Aku masih sering cemburu sama masa lalu mas Dhany, maafin ya Bu. Aku janji, Aku bakal lebih baik lagi dari Aku yang sebelumnya.
Bu, selamat istirahat di keabadian, sampai jumpa di Surga-Nya kelak. Semoga Ibu berada dalam pelukan Allah dan berada dalam barisan ummat yang dicintai Rasulullah.
Rest in Love, Bu.
Komentar
Posting Komentar