Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019
Dua tahun yang lalu, tepatnya Januari 2017 di tempat pelatihan kegiatan organisasi kita, seorang pria yang memiliki paras manis dengan serius dan tegas 'mengungkapkan' perasannya tepat di depan mataku. Aku dan dia kebetulan satu organisasi, jadi wajar kalau kita sering bertemu, hingga akhirnya 'benih-benih' cinta pun mulai tumbuh bersemi diantara kita. Dengan penuh keyakinan Ia mencoba menjelaskan apa yang Ia rasakan setelah mengenalku. Di genggamnya tanganku erat-erat, tanda Ia serius tentang perasaannya. Salah satu sahabatnya pun ada dengan kita, seakan menjadi 'saksi' atas apa terjadi hari itu.  Seiring dengan derasnya hujan yang turun dari langit, Aku terdiam cukup malu mendengar apa yang Ia utarakan padaku. Meskipun beberapa bulan sebelum ini terjadi, Aku dan dia cukup sering jalan bersama walau hanya sekedar makan 'nasi bungkus dan kopi' untuk di nikmati. Tetapi hari itu, Aku benar-benar tersipu malu hingga tak bisa ku tahan lagi sikap 'sala...
"Aku Mau Ngobrol Sama Kamu" Kala itu, sore hari saat senja tak lagi menampakkan wajahnya, tepat dua sejoli sedang duduk bersama selingkar meja dengan secangkir kopi yang asik untuk dinikmati. "Mas, seandainya nanti orang-orangku mempersulit hubungan kita, apa kamu masih mau untuk memperjuangkannya? Apa kamu serius dengan apa yang kita jalani saat ini?  Lalu, bagaimana jika nanti mereka bertanya tentang pendidikan dan karirmu?" begitu pertanyaan yang terlontar dari Ias (si cewek). Sontak, keheningan terjadi ditengah-tengah mereke berdua, dan kopi pun dirasa perlu untuk diseruput. Sesaat setelah itu, Dika (si cowok)  menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Ias. "Orang-orangmu adalah mereka yang patut untuk kita sayangi, hormati, dan berbakti pada mereka. Maka sewajarnya Aku akan memperjuangkanmu dengan baik dengan tidak meninggalkan luka pada mereka, kelak Aku yakin akan ada restu dari keduanya. Perjuangan memang perlu, karena meng'iya'kan untuk ...