Merah Putihku


Merah Putihku

Hari ini Kau telah merdeka
Lahir ke dunia dengan segala duka dan suka
Gigimu pun mulai tumbuh
Di tengah kerumunan dunia yang keruh

Diusia balita Kau diakui oleh negara-negara dewasa
Kau pun di yakini sebagai salah satu negara penerus dunia
Dengan pemimpin yang gagah berani nan perkasa
Kau bangun jalan baru bersama anak kecil lainnya

Saat Kau remaja,
Ketika dunia tak seindah bisanya
Mereka saling tuduh
Dan pemimpinmu pun terjatuh

Kemudian naiklah sang pembangun
Auranya membuat orang tertegun
Rasa ngeri tak bisa di hindari
Karena pengeras suara dibalas dengan peluru yang ditembaki

Ketika umurmu semakin mapan
Ujianpun kembali datang menghadang
Hutang menggunung
Dan akhirnya sang pembangun pun tumbang

Pekik reformasi di penjuru negeri
Perubahan dianggap menjadi solusi
Rakyat katanya berdaulat
Namun apa daya melawan konglomerat

Diumur yang tak lagi muda
Masalahmu masih tetap ada
Perpecahan bangsa menjadi sebuah isu utama
Tapi sangat disayangkan jika pembubaran paksa dijadikan solusinya

Seiring berjalannya perkembangan, pembangunan berada dimana mana
Tetapi harus tetap berada dalam pengawalan bersama
Karena masih ada manusia
Yang terusir dari tanahnya

Asin rasa garam tak lagi Kau rasakan
Tak perlulah Kau mimpi akan kemandirian
Negara tetangga masih bersedia mengirim bantuan

Berharap Kau semakin sejahtera oleh usaha bersama
Dan berharap Kau semakin merdeka,
Karena merdeka adalah Hak Segala Bangsa


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta untuk Ibu Mertuaku Tersayang

Bunga Dalam Bingkai Potret Polos